Pringsewu,www.delikhukum.net – Sejumlah penerima manfaat program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pringsewu Selatan 1 mengeluhkan dugaan adanya selisih harga pada menu makanan yang dibagikan, baik untuk porsi besar maupun porsi kecil, Selasa 03 Maret 2026.
Berdasarkan hasil pantauan dan informasi harga lapangan, menu porsi besar terdiri dari kentang goreng, ayam katsu, dan jeruk. Perkiraan selisih harga dengan rincian sebagai berikut:
• Kentang goreng dengan harga satuan SPPG 2200: harga lapangan 1500 – 1800, terdapat selisih 400 – 700 dengan harga satuan SPPG.
• Ayam katsu harga pagu SPPG 4000 : perkiraan harga pasar Rp3.000, terdapat selisih Rp1.000 dengan harga pagu/satuan SPPG.
• Jeruk harga Pagu 2400 : harga pasar 25.000/Kg dengan isi 12 biji (2500 : 12 = Rp2.083, terdapat selisih 300 – 400.
Total dugaan selisih harga porsi besar kisaran RP.2000 dari perhitungan harga lapangan. Sementara itu, harga yang tercantum untuk porsi besar disebut mencapai Rp10.900, padahal pagu anggaran porsi besar diketahui sebesar Rp10.000 dan ini menjadi pertanyaan kelebihan anggaran tersebut sumber anggaranya dari mana?
Sedangkan untuk porsi kecil, penerima manfaat juga menyampaikan adanya dugaan selisih total Rp1.200 dari angka pagu Rp8.000.
Keluhan datang dari penerima manfaat kategori B3 (anak dan ibu) di wilayah Pringsewu Selatan, khususnya warga Komplek Masjid Jami’ KH Sobari. Mereka menilai ukuran jeruk yang diterima tidak sesuai dengan harga Rp2.400 sebagaimana yang disebutkan. Selain itu, ayam katsu juga dinilai tidak sebanding dengan harga yang dicantumkan.
masa iya si mas jeruk kecil seperti ini harganya 2.400, kita kalau beli di pasar 1kg itu paling 20.000 sampai 25.000. Dan yang 30.000 itu besar dan manis juga, ucap ibu yang enggan di sebutkan namanya.
Warga juga mempertanyakan perbedaan antara porsi besar dan porsi kecil yang disebut hanya terletak pada tambahan kurma. Namun demikian, pada item kentang dan ayam katsu tetap ditemukan dugaan selisih harga.
Saat awak media mendatangi kantor SPPG Pringsewu Selatan 1 untuk melakukan konfirmasi, Chika selaku Kepala SPPG Pringsewu Selatan 1 tidak berada di tempat dan awak media hanya bisa bertemudengansecurity SPPG, “Kepala SPPG nya sedang keluar mas” ujar security kepada media ini.
Upaya konfirmasi dilanjutkan dengan menghubungi pesan WhatsApp pribadinya namun awak media belum juga mendapatkan respons.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu klarifikasi resmi dari Kepala SPPG Pringsewu Selatan 1 terkait dugaan selisih harga tersebut.








