Menu

Mode Gelap

Daerah · 4 May 2020 12:18 WIB ·

Warga Pekon Badak Kec Limau Tidak Terima Prokgram (PKH) Di Putus Sepihak

badge-check

Editor


					Warga Pekon Badak Kec Limau Tidak Terima Prokgram (PKH) Di Putus Sepihak Perbesar

Tanggamus,www.delikhukum.net — Warga Pekon Badak, Kecamatan Limau, mendatangi kantor Dinas Sosial Tanggamus, mempertanyakan pemutusan sepihak ia sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Senin (4/5)

“Mukhtamar mengatakan, dia terdaftar sebagai KPM, PKH sejak tahun 2012 saat itu masih BLT, di 2018 diganti dengan Program PKH, ia selalu mendapatkan setiap kali ada pencairan.

Setahun terahir tanpa ada pemberitahuan, dia diputus sebagai penerima program tersebut. Menurutnya, dia pernah mempertanyakan kepada Pebri Juansah prihal itu.

Kepadanya, Pebri menantang dengan mengatakan, saya siap memberikan surat keputusan pemutusan sebagai keluarga penerima manfaat PKH, ini ada pormatnya, katanya.

“Saya meminta penjelasan kenapa saya diputus, sementara masih ada KPM ,yang secara ekomi jauh lebih dari saya, kenapa mereka tidak, pebri mengatakan tidak mengetahuinya” Tanyanya

Ia juga mengatakan, siap dicek secara fisik dan lainnya, dan berharap kalau masih bisa diaktipkan lagi.

Kabid Bansos Dinas Sosial Tanggamus, Hartansah diruang kerjanya menjelaskan, pendamping PKH tidak bisa membuat keputusan untuk memutus hak KPM, pendamping hanya sebatas mendata dan merekomendasikan ke Koordinator Wilayah (Korda) dialah yang mengusulkan ke-Kementrian Sosial, seperti itu prosesnya.

Untuk memutus hak KPM butuh proses, harus dengan pertimbangan” Ucapnya.

“Pendamping juga tidak boleh mengumpulkan kartu ATM dan PIN KPM,  mereka harus mengambil sendiri ke Bank, dan tidak ada pemotongan dalam bentuk apapun” Ujarnya.

Menurut dia, tidak ada kewajiban Dinsos melakukan monitoring, tapi setiap ada kesempatan kami selalu menghimbau kesemua pendamping agar bekerja yang baik, berdasarkan aturan yang ada, dan selalu berkoordinasi dengan korda” Jelasnya.

Dia berjanji dalam waktu dekat, akan memangil pendamping Pebri Juansah, juga Korkabnya, untuk mengklarifikasi masalah ini, kalau nanti ditemukan unsurnya, akan dilakukan evaluasi, mereka akan merekomendasikan sangsi ke-Kementrian Sosial.

Terkait Doubel job pendamping, itu tidak boleh, pendamping yang mendapat SK dari Kemensos, harus pokus ke pendamping saja” Katanya.

Menurut Dara, bagian pelayanan dan informasi Dinsos Tanggamus, Keluarga Penerima Manfaat, Program Keluarga Harapan (PKH) atas nama Mukhtamar, didata ID DTKS kemiskinan sampai saat ini masih terdaftar sebagai penerima bansos” Ungkapnya. (Hili)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Pembangunan Sanitasi Jadi Ajang Bancaan Oknum Pendamping Dan KSM, Dinas PUPR Harus Bertanggungjawab

7 February 2026 - 13:42 WIB

Trending di Daerah