Pringsewu, www.delikhukum.net – Terkait dugaan keruhnya air sungai Way Waya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu yang diduga diakibatkan oleh tambang pasir, salah satu pihak tambang pasir yang berlokasi di pekon Sumber Bandung, Busman yang merupakan pelaksanaan pengelolaan tambang pasir PT Pringsewu Jaya Abadi menggungkapkan, bahwasanya hal tersebut tidak disebabkan dari tambang pasir PT PJA melainkan ada beberapa penambang pasir yang manual yang beroperasi.
“Kapan kamu melihatnya keruh, coba lihat dulu ya biar enak, maksudnya kita lihat karena kita tidak kerja disungai kalau dari tambang ya besok kita lihat bagusnya jangan lihat dihilirnya tapi lihat dihulunya kalau dihulunya keruh pasti dihilir juga keruh, bagusnya kita lihat karena disitu ada beberapa tambang yang manual karena debit airnya kecil dan kalau ada waktu besok kita lihat sama-sama, biar enak,” kata Busman, saat dihubungi melalui telepon salulernya, Minggu (13/10/19).
Sebelumnya diberitakan, Keruhnya air sungai Way Waya, Kecamatan Pagelaran Utara, kabupaten Pringsewu masih menjadi salah satu kekeluhan warga masyrakat sekitar bantaran aliran air sungai way waya, yang kini belum tertanggulangi oleh pihak terkait.
Ironisnya, air way waya yang saat ini menjadi salah satu sumber pokok bagi masyarakat sekitar pekon Madaraya kini menjadi kendala untuk di pakai mandi dan mencuci pakaian. Karena warna air telah berubah tidak lagi bening seperti sebelumnya.
Hal tersebut, seperti dikatakan oleh beberapa warga sekitar, bahwa berubah warna air diduga disebabkan oleh penambang pasir yang ada di atas aliran way waya. Baru hari ini, warna aur ini tidak seperti warna kemarin-kemarinya, biasanya wah, warna airnya ini butek seperti warna air sawah itu.
“Baru hari ini, warna aur ini tidak seperti warna kemarin-kemarinya, biasanya wah, warna airnya ini butek seperti warna air sawah itu,” kata warga yang tidak sempat sebutkan namanya, saat ditemui di lokasi sungai way waya oleh tim media, Sabtu (12/10/19).
Selanjutnya ia juga mengatakan, bahwa yang punya perusahaan pasir di atas itu (Ma’mun), keruh, keruh betul kalau kemarin. baru hari inilah yang gak keruh airnya, warga uni mau mandi, mencuci terganggulah semua.
“Ya kayakmanalah air kayak orang gebajak sawah itu lebih-lebih, dan juga sekarang Nakmun itu yang punya perusahaankan (Ma’mun) di pasiran. Sekarang udah mulai dia geser-geser tanah regirter, seberang sini tanah regiter aslinya,” kata warga tersebut.
Dihari yang sama, masih dikatakan warga dusun Sukamaju, pekon Madaraya yang tidak disebutkan namanya bahwa kami banyak kekeluhan seperti air itu saat ini bagi orang yang tidak punya sumur banyak kesusahan di air. Kalau sekarang ini walaupun orang-orang yang punya sumur saja banyak yang kering, apa lagi yang tidak punya sumur.
“Terus terang kami setiap hari membutuhkan air, ini bagian paha saya gatal-gatal,” kata sumber.
Sementara, ketua DPP LSM (PEMATANK) Penggerakan Masyarakat Anti Korupsi, Suadi Romli dengan tegas nengatakab ini kami turun ke lokasi bantarab sungai way waya, yang mana telah menerima keluhan-keluhan masyarakat tentang keruhnya air yang diduga diakibatkan pertambangan pasir sehingga mengakibatkan air menjadi kotor.
“Kami akan meluruskan, kenapa perizinan ini bisa keluar, dan apalagi kami telah mendapatkan imformasi bahwa ada pemindahan sungai,” ungkap Suadi Romli, saat di wawancarai.
Dilanjutkannya, kami masih menelusuri untuk mencari bukti-bukti, apakah benar tindakan pemindahan sunggai tersebut masuk kerigester,” tambahnya Suadi Romli.(Tim)










