Menu

Mode Gelap

Daerah · 14 May 2020 16:42 WIB ·

Pekon Waringin Sari Timur Manfaatkan Dana Desa Untuk Penanganan Dan Pencegahan COVID-19

badge-check

Editor


					Pekon Waringin Sari Timur Manfaatkan Dana Desa Untuk Penanganan Dan Pencegahan COVID-19 Perbesar

Pringsewu,www.delikhukum.net – Corona Virus Disease (COVID-19) merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan. Seseorang dapat terinfeksi virus ini dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin.
Ali Mustofa Kepala Pekon Waringin Sari Timur Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu sekaligus Ketua Satuan Tugas (SATGAS) Penanganan COVID-19 mengatakan bahwa Corona Virus ini tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia namun juga berdampak pada sektor perekonomian di Pekon Waringin Sari Timur.
“Dengan adanya wabah Corona Virus Disease atau biasa kita sebut dengan COVID-19 ini mengakibatkan banyaknya penurunan penghasilan ekonomi di Pekon Waringin Sari Timur, dan pengurangan penghasilan ini bisa mencapai 50%. Harga hasil bumi menurun, peternak ayam potong dan telur mengalami penurunan drastis karena tidak ada hajatan begitupun dengan pengrajin kue yang banyak mengeluh” Ujar Ali Mustofa saat ditemui dikediamanya Kamis 14/05/20.
Ali Mustofa juga mengatakan bahwa COVID-19 ini sangat berdampak pada kegiatan-kegiatan di Pekon Waringin Sari seperti tidak bisa melaksanakan shalat tarawih di masjid “dampak dari Corona Virus ini sangan terasa bagi kehidupan sehari-hari kita, karna sangat mengganggu kegiatan-kegiatan yang ada di pekon ini, ditambah lagi sekarang adalah bulan ramadhan yang mengakibatkan warga Pekon Waringin Sari tidak bisa melaksanakan ibadah shalat tarawih di masjid seperti tahun-tahun lalu, untuk solat jumat sendiri jemaah yang hadir hanya 50% lagi yang masih melaksanakan ibadah sholat Jum’at di masjid, dan pelaku bisnis pada saat musim hajatan pun macet yang dapat merugikan beberapa pihak” Kata dia.
Mengingat besarnya dampak yang di sebabkan oleh Corona Virus ini, maka Pekon Waringin Sari Timur berupaya agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus ini dengan mendirikan Posko Cepat Tanggap COVID-19 dan menyediakan sebuah Rumah Karantina.
“Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Corona Virus ini tim SATGAS telah menyediakan Posko Cepat Tanggap COVID-19 dan sebuah rumah karantina , untuk kegiatan di posko tim SATGAS kami standby sampai jam 12 malam yang dibagi menjadi 3 shift untuk memaksimalkan penjagaan posko di Pekon Waringin Sari Timur, untuk relawannya sendiri kita mempunyai 45orang relawan. Sedangkan rumah karantina yang disediakan sudah dipakai oleh 3 orang dan ketiganya telah menyelesaikan masa karantinanya” jelasnya.
Upaya penanganan dan pencegahan COVID-19 Pekon Waringin Sari Timur melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di tempat umum yang dilakukan 2 kali dalam seminggu secara rutin.
“Untuk memaksinalkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 tim SATGAS kami telah melakukan kegiatan penyemprotan cairan Disinfektan di tempat umum, seperti tempat ibadah dan lingkungan masyarakat Pekon Waringin Sari Timur. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam seminggu pada hari Jum’at dan Minggu di pasar Dadi Rejo (sebelum dan sesudah pasaran)” Ucap Kepala Pekon.
Saat di singgung mengenai anggaran Ali Mustofa menjelaskan bahwa anggaran yang di dapat untuk upaya penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 dari Anggaran Dana Desa sebesar Rp. 73.000.000 “Untuk anggaran dan sumber dana pencegahan dan penanganan Pemerintahan Pekon Waringin Sari Timur merealisasikan anggaran sebesar Rp. 73.000.000 yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2020 yang digunakan untuk Pembelanjaan APD 7 stel, cairan disinfektan 35 liter, tank 7 unit, masker 1.250 Pcs, sabun cuci tangan 65 botol yabg digunakan di tempat umum dan ibadah saja, termo suhu 2 buah” pungkasnya.
Saat ditanya mengenai harapannya Ali Mustofa berharap bahwa warga yang masih di perantauan agar tidak mudik terlebih dahulu untuk meminimalisir tingkat kekhawatiran warga akan tertular Corona Virus tersebut “Minimnya rasa percaya kepada warga baru yang baru pulang dari perantauan atau kota lain menyebabkan kekhawatiran warga setempat akan tertular dari  Corona Virus yang sedang mewabah dibumi ini, oleh karena itu dimohonkan untuk warga-warga yang masih di perantauan untuk tidak mudik terlebih dahulu agar meminimalisir tingkat kekhawatiran warga setempat dan sikap ini juga bisa membantu tim kami dalam menurunkan penyebaran COVID-19” Harapnya. (Fal//Ria)
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Diduga Tak Sampai Rp8.000, Menu MBG di SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan Wali Murid

26 February 2026 - 12:06 WIB

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Trending di Daerah