Menu

Mode Gelap

Daerah · 18 Aug 2020 11:35 WIB ·

Menyingkap Bobroknya Pembangunan Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Siapa Yang Bertanggung Jawab???

badge-check

Editor


					Menyingkap Bobroknya Pembangunan Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Siapa Yang Bertanggung Jawab??? Perbesar

Pringsewu,www.delikhukum.net – Proyek pembangunan gedung Farmasi di Dinas kesehatan yang berada di lingkungan RSUD pringsewu yang menelan anggran miliyaran rupiah diduga tidak sesuai spesifikasi. Pasalnya, material yang digunakan.

Dari penelusuran tim media ini saat melakukan pemantauan dilokasi pembangunan gedung Farmasi milik Dinas Kesehatan Pringsewu Selasa 18/08/2020 yang baru pelaksananya baru berjalan 25 persen diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

kurangnya transparansi kepada publik sehingga pihak pelaksana proyek tidak terlihat dilokasi adanya pemasangan papan informasi .

Yang lebih parahnya lagi , dalam pelaksaannya proyek pembangunan gedung Farmasi, tidak terlihat pengunaan besi cakar ayam yang menjadi kekuatan sesuatu bangunan sedangkan tanah di wilayah RSUD sangat labil karena dulunya adalah daerah persawahan.

Dalam pemasangan pondasi terlihat jelas, pihak pelaksana dalam pengunaan besi slub hingga tiang siku besi praktisi, hanya mengunakan besi kombinasi 8-10 hingga 12. Sehingga dikhawatirkan akan mengurangi kualitas bangunan yang menghabiskan miliyaran rupiah
Diduga kuat proyek pembangunan gedung parmasi di dinas kesehatan pringsewu yang di kerjakan oleh CV Dua Puluh Delapan sebagai pemenang tender diduga dalam pelaksanaanya tidak sesuai spesifikasi.

Dari data yang di himpun media ini, proyek pembangunan gedung parmasi di dinas kesehatan dimenangkan oleh CV Dua puluh Delapan yang beralamat
Jalan Wolter Monginsidi No 220 H sumur Putri Bandar Lampung, dengan pagu anggraan sebesar Rp 1.475.000.000 dengan nilai penawaran sesuai (hps)1474.991.702.79 pengawasan dari Dinas Kesehatansehatan Kabupaten Pringsewu dipertanyakan.

Terkait adanya temuan tersebut Panitia Pembuat Komitmen (PPK), Yohanes saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengatakan bahwasanya beliau secepatnya akan melakukan croscek kelokasi dan bila benar adanya penyimpangan dalam pelaksanaan maka akan dilakukan peneguran dan bahkan dikemungkinkan dibongkar.
“Secepatnya saya akan melakukan croscek kelokasi pekerjaan, karena beberapa hari ini saya dalam keadaan kurang fit dan bilamana benar ada pekerjaan tidak sesuai spesifikasi akan kami berikan teguran bila perlu dibongkar untuk dikerjakan ulang” Ucap Yohanes.
Saat disinggung terkait pemasangan besi secara kombinasi “dioplos” Ia mengatakan bahwasanya pekerjaan sudah ada standarnya dan tidak boleh menyalahi.
“Semuanya sudah ada standarnya atau spesifikasinya karena itu merupakan landasan dasar dalam melaksanakan pekerjaan dan itu tidak boleh untuk tidak diterapkan” Tutupnya.(Ifal//Tim)
Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Diduga Tak Sampai Rp8.000, Menu MBG di SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan Wali Murid

26 February 2026 - 12:06 WIB

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Trending di Daerah