Menu

Mode Gelap

daerah pringsewu · 12 Dec 2024 04:11 WIB ·

HIV Merebak di Pringsewu, Dinkes Soroti Seks Bebas dan Perilaku Menyimpang

badge-check

Editor


					HIV Merebak di Pringsewu, Dinkes Soroti Seks Bebas dan Perilaku Menyimpang Perbesar

Pringsewu, Delikhukum.net — Masyarakat Kabupaten Pringsewu diimbau lebih waspada terhadap penularan HIV/AIDS. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan, jumlah kasus HIV di wilayah ini mengalami peningkatan signifikan hingga akhir 2024.

Hingga Desember 2024, tercatat 389 orang dengan HIV (ODHIV) di Pringsewu, atau 145% dari estimasi kasus. Namun dari angka tersebut, hanya 279 orang (72%) yang menjalani pengobatan ARV (antiretroviral), dan baru 162 pasien (58%) yang berhasil menekan jumlah virus dalam tubuh (VL tersupresi).

“Kami mencatat peningkatan signifikan jumlah kasus HIV di Pringsewu dalam setahun terakhir. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya cakupan tes dan masih kuatnya stigma di masyarakat. Akibatnya, banyak penderita yang terlambat terdeteksi,” ungkap Dr. Hadi Muhtarom, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.Rabu  11/12/2024.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak takut atau malu melakukan tes HIV. Penanganan dini bisa menyelamatkan nyawa, dan HIV bukan lagi penyakit mematikan jika tertangani dengan baik, Rahasia pasien dijamin aman,” tambahnya.

 

Masalah Serius: Banyak Pasien Hilang dari Pengobatan

Tak hanya rendahnya angka pengobatan, Pringsewu juga menghadapi masalah Loss to Follow-Up (LFU) — pasien yang tidak lagi melanjutkan pengobatan. Data menunjukkan ada 110 pasien HIV yang hilang dari sistem layanan, sebagian besar setelah memulai pengobatan. Hal ini sangat berisiko menimbulkan penularan baru di masyarakat.

Selain itu, sepanjang 2024 terjadi 51 kematian akibat HIV,, sebanyak 97 pasien dirujuk ke luar daerah, sebagian besar karena alasan pekerjaan.

Tes HIV Masih Rendah, OPD Diminta Ikut Bergerak

Dinas Kesehatan berharap dukungan dari OPD lain di luar sektor kesehatan, seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga pemerintahan desa, untuk ikut mendorong edukasi dan pelaksanaan tes HIV.

Siapa yang Paling Terdampak?

Sebagian besar penderita HIV di Pringsewu adalah laki-laki (75%), berusia produktif antara 25–49 tahun. Kelompok risiko tertinggi adalah pasangan dengan perilaku seksual berisiko tinggi serta laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).

Ayo Tes HIV, Lindungi Diri dan Keluarga

HIV tidak menular melalui sentuhan, makanan, atau berbagi alat makan. Penularan terjadi melalui hubungan seksual tidak aman, seks sesama jenis, penggunaan jarum suntik bersama, dan dari ibu ke anak saat hamil atau menyusui. Tes HIV itu gratis, rahasia, dan menyelamatkan.

Pemerintah menegaskan, peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan untuk menekan penyebaran HIV. Bukan hanya Dinas Kesehatan, tetapi seluruh pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, dan keluarga harus terlibat.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

Pendamping Program Sanitasi 2025 Diduga Meminta Setoran Untuk Memuluskan SPJ/LPJ

29 January 2026 - 05:33 WIB

Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan PUPR Pringsewu Di Pekon Pandansari Sudah Mulai Rusak.

20 January 2026 - 22:55 WIB

Bupati Pringsewu Lantik Sepuluh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

29 December 2025 - 14:15 WIB

Ratusan Atlet Taekwondo Pringsewu Ikuti UKT di Pendopo

14 December 2025 - 13:12 WIB

Kabupaten Pringsewu Raih Predikat Sangat Inovatif dalam IGA Award Kemendagri 2025

10 December 2025 - 13:31 WIB

Class Meet MAN 1 Pringsewu 2025 Resmi Dibuka dengan Pemotongan Pita, Empat Cabang Lomba Siap Meriahkan Kompetisi Antar Kelas

10 December 2025 - 05:16 WIB

Trending di Daerah