Pringsewu,www.delikhukum.net – pengrajin genteng di pekon pandan surat Kecamatan Sukoharjo sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Akibatnya omset menurun akibat sepi pesanan
Jumadi (50), salah satu pengrajin genteng di dusun 4 Pekon Pandan Surat mengungkapkan permintaan genteng turun drastis selama pandemi Covid-19. Padahal, harga genteng sudah kita turunkan, Tapi karena membuat genteng adalah mata pencaharian kami maka tetap produksi meski biayaya produksi lumayan besar ungkapnya saat ditemui Rilis ID lampung Senin 21/6/2021
“Yang biasanya dalam 1 bulan bisa membakar tiga kali di tobong genteng sekarang kita kurangin hanya dua kali dan sekali bakar tobong bisa menampung 12 ribu genteng” ucapnya
Lanjutnya Untuk memasarkan genteng saya hanya mengandalkan pemasaran secara tradisional memasarkan ke beberapa toko bangunan atau biasanya ada juga pembeli yang datang langsung “Satu genteng yang jenisnya Mantili kami hargai Rp 750 rupiah perbiji,” jelas jumadi.
Harapan saya mungkin sama dengan temen temen pengrajin genteng yang ada di kecamatan Sukoharjo, meminta kepada pemerintah daerah untuk turun melihat kami lebih dekat para pengrajin genteng,
“Kami butuh perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah misalnya, mesin molen, pinjaman modal dengan bunga yang kecil, cara penjualan yang baik karena genteng yang kita buat kualitas Bagus”singkatnya.(*)









