Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Aug 2020 16:21 WIB ·

Insentif Covid-19 Disunat, Diduga ada Kongkalingkong Ditubuh Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Pringsewu

badge-check

Editor


					Insentif Covid-19 Disunat, Diduga ada Kongkalingkong Ditubuh Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Pringsewu Perbesar


Caption animasi sumber istimewa

Pringsewu,www.delikhukum.net – Insentif bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19, sesuai janji pemerintah, hingga kini banyak yang belum terealisasi. Selain persoalan insentif, para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam perang melawan Covid-19, meskipun rentan terpapar virus Corona,  lebih mirisnya lagi mereka menghadapi kenyataan insentif yang  diterima disunat. 

Hasil penelusuran media ini beberapa perawat bahkan dokter  yang tergabung dalam satgas penanganan Covid-19 RSUD pringsewu mengeluhkan potongan Insentif yang nilainya jutaan tanpa melakukan musyawarah, diduga kuat kasatgas Covid RSUD pringsewu mencari keuntungan pribadi dari potongan insentif dengan dalih kebijakan.

Alokasi dana dan Rincian, besaran Alokasi dana sebesar Rp 428.000.000 yang diperuntukkan untuk pembayaran insentif Dr Spesialis sebanyak 10 orang, Dr Umum 9 orang, Perawat dan Bidan total 70 orang. Rincian besaran insentif yang diterima untuk Dr Spesialis sebesar Rp 10 juta persatu orang dipotong 2 juta, Dr Umum Insentif Rp 7 juta dipotong 2 juta, Perawat dan Bidan 51 orang Insentif 4 juta dipotong 1.5 juta per orang, Dr Spesialis 10 orang X 10 Juta = 100.000.000 Dr Umum 9 orang X 7 juta = 63.000.000 Perawat dan Bidan 51 orang X 4 Juta = 204.000.000 Jumlah 367.000.000 sisa 61.000.000.
Hal ini diungkapkan salah satu perawat yang tergabung dalam gugus tugas covid 19 RSUD pringsewu, yang namanya engan disebutkan mengatakan memang benar mas ada pungutan setelah insentif di  transfer ful,  baru saya di minta oleh satgas uang senilai 1 juta. “Lalu saya nanya duit buat apa pak alasanya dana kebersamaan” Terang Nara sumber sabtu 8/8/2020

Hal senada juga di benarkan oleh salah satu dokter yang juga tergabung dalam gugus tugas covid19 RSUD saat di konfirmasi via telepon seluler dengan No 08529163xxxx , sembari mengatakan mas nama saya jangan di publis ya”  memang benar mas ada pungutan  sebetulnya kami tidak masalah ,kalau saja sebelum nya di kordinasikan dulu dengan kami bukan tau tau kami terima honor dengan jumlah 10 juta namun kami di minta lagi uang senilai 2 juta  itukan tidak etis donk.

“Lanjutnya, Ini uang buat apa kok minta dari insentif   jawabnya uang kebersamaan atas perintah Ketua satgas, paparnya.

Terpisah ketua Kasatgas penanganan Covid-19 RSUD pringsewu dr Herman di dampingi direktur Rumah Sakit Dr Teddy saat di konfirmasi diruang Bidang Pelayanan Rabu 19/8/20 mengatakan  kita sudah sesuai prosedur dan ditransfer utuh  tidak ada pemotongan” Kilahnya.

Berbeda dengan keterangan yang disampaikan Kasi Keuangan RSUD pringsewu Wahyudin, M.Kes bahwasanya tidak ada adanya pungutan untuk dana kebersamaan melainkan untuk kebijakan.

“Tidak ada potongan ataupun pungutan untuk dana kebersamaan, melainkan itu merupakan sebuah kebijakan dari mereka masing-masing” Jelas Wahyudin.

Saat ditanya terkait dana kebijakan seperti apa dan untuk siapa Wahyudin tergagap-gagap menjawabnya.

“Itukan hanya bahasa saya dan itu tidak ada itu hanya bahasa saya” Pungkasnya. (Fal//Tim)
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Diduga Tak Sampai Rp8.000, Menu MBG di SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan Wali Murid

26 February 2026 - 12:06 WIB

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Trending di Daerah