Pringsewu,www.delikhukum.net – Ketua DPD 2 Partai Golkar pringsewu Suherman SE menanggapi santai terkait dengan beredarnya isu tentang dirinya yang dinilai gagal menjadi Ketua di beberapa media masa jelang musda ke-3 DPD Golkar kabupaten Pringsewu.
“Tidak apa-apa. Santai saja ini dinamika dalam berpolitik , yang jelas saya sudah menjalankan tugas saya sebagai Ketua DPD dengan baik’, perihal ada yang tidak suka dengan saya kenapa baru sekarang di utarakan menjelang Musyawarah Daerah (MUSDA) kenapa tidak dari dulu” terang Herman di kantor DPRD kabupaten Pringsewu Senin 10/08/20.
DPD II Golkar Pringsewu Suherman memaparkan dalam partai Golkar diwajibkan musyawarah dan mufakat. “Mulai dari DPP, DPD I, DPD II, PK hingga tingkat Pimdes diwajibkan musyawarah dan mufakat. Artinya tidak boleh disebar luaskan tanpa musyawarah mufakat dalam hal apapun itu,” Katanya.
Suherman merasa heran disebut gagal dalam pengkaderan. Sebab sebelumnya Golkar hanya meraih 4 kursi di DPRD, pada periode berikutnya naik menjadi 6 kursi, dan saat dirinya menjabat ketua DPD II naik menjadi 7 kursi. “Selain Pemilu, Golkar Pringsewu juga sukses memenangkan calon yang diusung di Pilpres, Pilgub, dan Pilbub. Tapi biarlah masyarakat yang menilai” Tandasnya.
Terpisah Salain itu juga ketua angkatan muda partai Golkar (AMPG) kabupaten Pringsewu Ahmad Muslim atau yang akrab disapa Mattehe, Mattehe mengatakan seharusnya kader Golkar beradu karya jangan saling menjatuhkan dan harus menjunjung nama baik partai Golkar” Kata Mattehe.
Selaku kader Golkar tentu saya menyesalkan pernyataan itu. Kenapa jelang Musda muncul statemen seperti itu, selama ini tidak pernah mereka sampaikan di saat rapat, tentu ini menimbulkan pertanyaan” kata Mattehe.
“Mungkin kedua kader partai, yang memberikan statment kurang memahami AD/ART partai jadi perlu diberikan pemahaman yang lebih agar tidak gagal paham” Ucapnya Ahmad Muslim. (Ifal//Yud)









