Maryono menambahkan “Untuk itu kita harus selalu waspada dengan kehadiran Corona Virus ini karena penularan COVID-19 ini tidak hanya ditularkan dengan orang sakit namun bisa saja dibawa oleh orang yang sehat juga, karena Virus ini bisa bertahan diudara yang bisa saja menempel pada benda mati seperti pakaian yang sedang kita pakai” Imbuhnya.
Saat ditanyakan dampak COVID-19 terhadap roda perekonomian Maryono menjelaskan bahwasanya dengan adanya wabah Corona Virus sangat berdampak pada perekonomian warga mulai dari pedagang, pengusaha maupun petani, terutama dibidang jual hasil bumi.
Mengingat dampak dan tingginya resiko yang disebabkan dari Corona Virus Pemerintahan Pekon Siliwangi berupaya agar bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan melakukan sosialisasi untuk selalu mengikuti aturan pemerintah.
“Untuk memutuskan penyeberan Corona Virus ini kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga agar Berprilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melakukan pendataaan kepada warga yang baru pulang dari luar kota khususnya dari daerah terpapar apa lagi kalau daerah tersebut masuk ke zona merah, melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, dan himbauan kepada warga untuk selalu berada di dalam rumah, bilamana ada kepentingan keluar rumah harus selalu menggunakan masker” Ujarnya.
Untuk memaksimalkan Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Pekon Siliwangi membentuk Tim Relawan Satuan Tugas dan mendirikan posko serta menyediakan ruang isolasi.
“Pemerintah Pekon Siliwangi dan tim SATGAS mendirikan POSKO COVID-19 dengan Tim Relawan sebanyak 31 orang serta menyediakan 2 ruang isolasi khusus untuk warga yang pulang dari perantaun. Untuk memaksimalkan penjagaan posko kami membagi dalam 2 sift, untuk siang hari penjagaan posko dilaksanakan oleh tim perempuan dan tim laki-laki untuk penjagaan dimalam hari” Ungkapnya
Penyemprotan cairan Disinfektan dan berbagi masker merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya Penanganan dan Pencegahan COVID-19 dan dengan adanya posko sangat diharapkan bisa menekan adanya potensi penyebaran.
“Penyemprotan cairan Disinfektan dilingkungan rumah warga dan tempat umum seperti tempat ibadah yang sudah 3 kali dilakukan secara rutin pada setiap hari Jum’at menjadi salah satu upaya yang dilaksanakan serta pembagian masker yang direncanakan sebanyak 3000 Pcs masker yang sudah diorder dari penjahit yang ada di Pekon Siliwangi dengan cara ini setidaknya kita sudah memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan produc lokal. Saat sekarang ini yang sudah ready sebanyak 1000 Pcs namun baru 500 Pcs yang kita bagikan difokuskan ditempat ibadah yang nantinya akan dibagikan ditiap tiap rumah warga, dan dengan adanya POSKO ini diharapkan bisa menekan adanya potensi berjangkitnya Virus Corona” Paparnya.
Saat disinggung terkait anggaran yang digunakan Maryono mengatakan bahwa Dana yang didapat dari anggaran Dana Desa.
“Untuk anggaran dan sumber dana Penanganan dan Pencegahan Pemerintahan Pekon Siliwangi mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 55.490.000 dari Dana Desa Tahun Anggaran 2020 yang digunakan untuk semua kegiatan Penanganan dan Pencegahan” Pungkasnya.
Sementara saat ditanyakan harapannya Maryono berharap agar Pandemi Corona segera teratasi “Mudah-mudahan COVID-19 ini cepat tertanggulangi, cepat musnah dari muka bumi ini, agar roda perekonomian cepet pulih dan membaik, dan kita bisa segera melakukan aktifitas seperti biasanya, Kami atas nama masyarakat sangat berharap agar warga bisa kerjasama dengan baik untuk mencegah penyebaran virus ini, karena COVID-19 ini sangat mencekam dan membuat warga indonesia ketakutan” Tutupnya.(Fal//Ria)










