Pringsewu,www.delikhukum.net – COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019, Berbagai cara dan upaya yang dapat dilakukan guna mencegah penyebaran virus jenis baru (COVID-19) yang saat ini tengah mewabah di Indonesia, Salah satunya dengan penyemprotan cairan disinfektan. Karena Disinfektan adalah jenis cairan pembersih yang umumnya dibuat dari hidrogen peroksida, creosote, alkohol, atau klorin yang bertujuan membunuh berbagai macam bakteri, virus, kuman, dan mikroorganisme berbahaya lain yang terdapat pada ruangan atau permukaan benda.
Pemerintahan Pekon Ambarawa Timur dalam upaya memutuskan rantai penyebaran COVID-19 dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan kerumah-rumah warga khususnya di tempat-tempat umum seperti tempat peribadahan.

“Salah satu upaya kami dalam memutuskan mata rantai dari penyebaran Corona Virus Disease yang sedang mewabah ini dengan cara melakukan penyemprotan cairan Disinfektan kerumah-rumah warga khususnya ditempat umum seperti tempat beribadahan” Ucap Rahmat Kepala Pekon Ambarawa Timur yang juga merupakan Ketua SATGAS COVID-19 saat diteumui media ini di Posko Kamis 23/04/20.
Kembali Rahmat menambahkan “Untuk Pekon Ambarawa Timur kita melakukan penyemprotran cairan disinfektan kerumah-rumah warga dan tempat umum sudah 2 kali yang di lakukan oleh tim SATGAS” imbuhnya.
Memaksimalkan penanganan dan pecegahan Corona Virus Disease (COVID-19) Pekon Ambarawa Timur menyediakan Posko tanggap darurat COVID-19 yang menggunakan aset pemerintah yang sudah ada.
“Untuk memaksimalkan upaya kami dalam menanggulangi pandemi Corona Virus yang saat ini mewabah adalah dengan mendirikannya Posko COVID-19 yang dulunya bangunan ini di gunakan untuk pos pemantau banjir dan kantor kelurahan sementara” Ujarnya.
Saat ditanyakan terkait yang berjaga di posko Rahmat mengatakan penjadwalan piket Posko COVID-19 di bagi menjadi 3 shift, adapun daftar riwayat untuk Pekon Ambarawa Timur sendiri cukup tinggi dan mayoritas dari Jakarta dan Tangerang.
“Penjadwalan piket POSKO COVID-19 sendiri di bagi menjadi 3 sift untuk memaksimalkan meminimalisir berjangkitnya corona virus, dikarenakan riwayat untuk Pekon Ambarawa Timur sendiri cukup tinggi dan mayoritas dari Jakarta dan Tangerang, namun saat ini 50% sudah selesai masa isolasi dan sisanya maslh dalam tahapan isolasi” Tutupnya. (Ria)