Menu

Mode Gelap

Daerah · 15 Oct 2019 10:17 WIB ·

Penambang Pasir manual : Kami Tidak Pernah Mengusik, Kami Jangan Diusik

badge-check

Editor


					Penambang Pasir manual : Kami Tidak Pernah Mengusik, Kami Jangan Diusik Perbesar

Pringsewu, www.delikhukum.net – Terkait dengan adanya tudingan yang ditulis oleh beberapa media di kabupaten Pringsewu, terkesan menuduh bahwa pihak penambang tradisional Sungai Way-Waya, Kecamatan pagelaran Utara, kabupaten Pringsewu, tertulis bahwa, penyebab terjadi keruhnya air adalah ulah mereka, pada akhirnya, beberapa warga yang mewakili seluruh penambang pasir di kecamatan pagelaran Utara, merasa Geram, kepada awak media ini angkat bicara, Selasa (14/10/2019) Pagi.

“Perlu di ingat, kami semua disini mengeruk pasir guna menafkahi anak istri, bekerja banting tulang, hanya untuk mencari sesuap nasi, bukan untuk mencari kekayaan. Jadi tolong, kami di sini tidak pernah mengusik siapapun jadi jangan pernah mengusik kami, ungkap Musa (48) warga fajar mulia.

Dijelaskan Musa, ” Perlu dicatat, kebanyakan dari kami, mengeruk pasir tidak berada pada aliran sungai tetapi, yang kami keruk jauh dari bibir sungai. Kami menggali pasir seperti menggali sumur, semua kotoran pasir tidak ada yang hanyut dibawa air, bertahun-tahun ini yang kami lakukan, tidak pernah ada keluhan dari warga karena nyatanya sungai tidak pernah tercemar seperti yang dituduhkan kepada kami. Lagipula keruhnya sungai itu berasal dari atas, sedangkan kami menggali pasir berada jauh dibawah,  jauh dari perkampungan di mana tempat awalnya titik pusat sumber keruhnya air, Bukankah sungai itu mengalir ke bawah? apa ya mungkin kotoran dari bawah naik ke atas? kalau mau sembarangan menuduh yang masuk akal sedikit. Jikalaupun kami mengeruk pasir di dalam sungai ketika stock pasir habis, tidak jauh hanya berjarak 4 meter saja sungai itu kembali jernih.
Sekali lagi saya mau minta Jangan sembarangan menuduh orang tanpa melihat langsung, kami semua sudah tahu, Selama ini setiap sungai tercemar kami yang selalu jadi sasaran, dituduh sebagai penyebabnya. Dalam hal ini, jika kami selalu terus dikambinghitamkan lama-lama kami juga tidak terima. “Tandas Musa. (*)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Diduga Tak Sampai Rp8.000, Menu MBG di SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan Wali Murid

26 February 2026 - 12:06 WIB

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Trending di Daerah