Menu

Mode Gelap

Daerah · 13 Oct 2019 11:39 WIB ·

Way Waya Tak Bisa Dimanfaatkan, LSM PEMATANK Angkat Bicara

badge-check

Editor


					Way Waya Tak Bisa Dimanfaatkan, LSM PEMATANK Angkat Bicara Perbesar

Pringsewu, www.delikhukum.net – Keruhnya air way waya, kecamatan Pagelaran Utara, kabupaten Pringsewu masih menjadi salah satu kekeluhan warga masyrakat sekitar bantaran aliran air way waya, yang kini belum tertanggulangi oleh pihak terkait.

Ironisnya, air way waya yang saat ini menjadi salah satu sumber pokok bagi masyarakat sekitar pekon Madaraya kini menjadi kendala untuk di pakai mandi dan mencuci pakaian. Karena warna air telah berubah tidak lagi bening seperti sebelumnya.

Hal tersebut, seperti dikatakan oleh beberapa warga sekitar, bahwa berubah warna air diduga disebabkan oleh penambang pasir yang ada di atas aliran way waya. Baru hari ini,  warna aur ini tidak seperti warna kemarin-kemarinya, biasanya wah, warna airnya ini butek seperti warna air sawah itu.

“Baru hari ini,  warna air ini tidak seperti warna kemarin-kemarinya, biasanya wah, warna airnya ini butek seperti warna air sawah itu,” kata warga yang tidak sempat sebutkan namanya, saat ditemui di lokasi sungai way waya oleh tim media, Sabtu (12/10/19).

Selanjutnya, juga mengatakan, bahwa yang punya perusahaan pasir di atas itu Makmun, keruh, keruh betul kalau kemarin. baru hari inilah yang gak keruh airnya, warga uni mau mandi, mencuci terganggulah semua.

“Ya kayakmanalah air kayak orang gebajak sawah itu lebih-lebih, dan juga sekarang Nakmun itu yang punya perusahaankan Makmun di pasiran. Sekarang udah mulai dia geser-geser tanah regirter, seberang sini tanah register aslinya,” kata warga tersebut.

Dihari yang sama, masih dikatakan warga dusun kalahang, pekon Madaraya yang tidak disebutkan namanya bahwa kami banyak kekeluhan seperti air itu saat ini bagi orang yang tidak punya sumur banyak kesusahan di air. Kalau sekarang ini walaupun orang-orang yang punya sumur saja banyak yang kering, apa lagi yang tidak punya sumur.

“Terus terang kami setiap hari membutuhkan air, ini bagian paha saya gatal-gatal,” kata sumber.

Sementara, ketua DPP LSM Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (PEMATANK) Romli menyayangkan ada pristiwa keruhnya way waya yang menjadi keluhan masyarakat setempat “Kami turun ke lokasi sungai, yang mana telah menerima keluhan-keluhan masyarakat tentang keruhnya air yang diduga diakibatkan pertambangan pasir sehingga mengakibatkan air menjadi kotor dan hal itu sangat disayangkan sekali harus terjadi sehingga mengakibatkan masyarakat pengguna air jadi tidak bisa memanfaatkannya” Jelas Romli.

Masih dikatakan Romli “Kami akan meluruskan, kenapa perizinan ini bisa keluar, dan apalagi kami telah mendapatkan imformasi bahwa ada pemindahan sungai,” ungkap Romli, saat di wawancarai.

Dilanjutkannya, kami masih menelusuri untuk mencari bukti-bukti, apakah benar tindakan pemindahan sunggai tersebut masuk kerigester,” Tutup Romli.(Tim)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Diduga Tak Sampai Rp8.000, Menu MBG di SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan Wali Murid

26 February 2026 - 12:06 WIB

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Trending di Daerah