Menu

Mode Gelap

Daerah · 15 Oct 2019 01:28 WIB ·

Way Waya Hilang Manfaat, 32 Orang Perwakilan Masyarakat Banyuwangi Datangi Kantor Camat Banyumas

badge-check

Editor


					Way Waya Hilang Manfaat, 32 Orang Perwakilan Masyarakat Banyuwangi Datangi Kantor Camat Banyumas Perbesar

Pringsewu, www.delikhukum.net – Kekeruhan air dibantaran aliran sungai way-waya pekon Banyuwangi, Kecamatan Banyumas, kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, kembali banyak dikeluhkan masyarakat pekon setempat.
Dikatakan Camat Banyumas Drs Hartoyo MM, ada 32 orang warga yang mewakili masyarakat Banyuwangi, mendatangi kantor kecamatan Banyumas. Tujuan mereka datang, untuk melaporkan perihal keruhnya air sungai way-waya. Warga meminta, supaya pihak Kecamatan Banyumas sesegera mungkin melakukan upaya darurat untuk Menindaklanjuti adanya kekeruhan air sungai yang saat ini sudah betul-betul rusak.
” Sekitar 32 orang warga pekon Banyuwangi datang ke kantor saya, melaporkan perihal keruhnya Sungai way-waya. Warga minta tindak lanjut untuk penanganan kekeruhan sungai tersebut, “kata Hartoyo kepada media ini melalui via telephone, Senin (14/10/2019) pukul 08.05.Wib Pagi.
Lebih lanjut dikatakan Hartoyo, 32 orang warga tersebut menyebutkan,  bahwa sumber dari penyebab terjadi keruhnya air itu berasal dari tambang pasir yang berada di Pekon Sumber Bandung.
“Dengan melampirkan surat pernyataan secara tertulis dan ditandatangani, mereka meminta agar pihak Kecamatan langsung dapat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera melakukan tindakan pencegahan agar sungai way-waya dapat kembali dipergunakan oleh warga, “Ujar Hartoyo.
Ditambahkan Hartoyo, “saya mengharapkan, kepada pihak tambang yang berada di Pekon Sumber Bandung, agar dapat bersama-sama menjaga kebersihan sungai Way-waya.
“Saya minta pada pihak penambang pasir yang berada di pekon Sumber Bandung supaya bersama-sama merawat serta menjaga kebersihan air sungai. Sesuai harapan masyarakat saya sampaikan, agar sesegera mungkin Sungai waya dapat dipulihkan kembali seperti sedia kala, agar bisa dipergunakan kembali oleh masyarakat, “Ucapnya.
Sementara, Saat dikonfirmasi, salah satu pihak tambang pasir yang berada di pekon Sumber Bandung yaitu “PT. PRINGSEWU JAYA ABADI” melalui Busnan selaku pihak tambang mengatakan, “Kapan kamu melihatnya keruh, coba lihat dulu ya biar enak, maksudnya kita lihat karena kita tidak kerja disungai kalau dari tambang ya besok kita lihat bagusnya jangan lihat dihilirnya tapi lihat dihulunya kalau dihulunya keruh pasti dihilir juga keruh, bagusnya kita lihat karena disitu ada beberapa tambang yang manual karena debit airnya kecil dan kalau ada waktu besok kita lihat sama-sama, biar enak,” kata Busman,  saat dihubungi melalui telepon salulernya, Minggu (13/10/19).
Dari pantauan awak media, Sabtu (12/10/2019) sore, terpantau terjadi Kekeruhannya air dibantaran sungai way-waya meliputi Dusun Sukamaju Pekon Madaraya, Dusun Madaraya Pekon Madaraya, Dusun Giri Harjo Pekon Fajar Mulia, Dusun Giri Tunggal Pekon Giri Tunggal, Dusun Banyuwangi Pekon Banyuwangi, hingga menjalar pada aliran sungai Kampung Sriwaylangsep Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. (Tim)
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Pembangunan Sanitasi Jadi Ajang Bancaan Oknum Pendamping Dan KSM, Dinas PUPR Harus Bertanggungjawab

7 February 2026 - 13:42 WIB

Trending di Daerah