Menu

Mode Gelap

Daerah · 7 Jun 2021 12:57 WIB ·

Kurang Gizi dan Derita Epilepsi, Seorang Pria di Tanggamus Enam Tahun Terbaring Lemah

badge-check

Editor


					Kurang Gizi dan Derita Epilepsi, Seorang Pria di Tanggamus Enam Tahun Terbaring Lemah Perbesar

 

Tanggamus,www.delikhukum.net – Seorang Warga Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Tanggamus bernama Daiman (26) mengundang iba dengan kondisi tubuh tinggal tulang dibalut kulit akibat kurangnya asupan gizi.

Ia hanya bisa terbaring tidak berdaya sejak tahun 2015, tubuhnya tergolek lunglai selama enam tahun akibat epilepsi atau sakit ayan yang di deritanya. Kondisi nya begitu memprihatinkan karena tidak pernah mendapatkan pengobatan.

Kini, pria tersebut menghabiskan waktu dengan kepasrahan. Nyaris tiada gerak dan tanpa kehendak, hanya di atas sebilah  ranjang kayu yang mulai lapuk tanpa alas kasur sedikitpun.

Keluarga Daiman tergolong warga miskin. Orangtuanya buruh tani sepuh dengan penghasilan tidak menentu. Sekadar memenuhi kebutuhan makanpun masih susah. Tak heran jika penderita epilepsi tersebut tidak terurus dengan baik.

Keluarga Daiman berharap perhatian Pemkab Tanggamus atau Dinas Kesehatan dengan memberikan bantuan pengobatan dan fasilitas kesehatan. Dukungan pengobatan sudah mendesak karena kondisi Daiman makin memburuk karena kurangnya asupan gizi.

Menurut Pawit selaku kakak Daiman,  keterbatasan ekonomi membuat keluarga tidak mampu membawa berobat. Selama enam tahun berjalan, Daiman belum pernah dibawa ke dokter atau rumah sakit. Adiknya hanya sekali diperiksa puskesmas dengan bantuan biaya dari kerabat.

“Daiman mulai sakit  tahun 2010 saat itu berusia 15 tahun, saat dia di vonis penderita epilepsi  keluarga hanya bisa mbawa berobat ke puskesmas,” kata  Pawit, 7 Juni 2021 di kediamannya.

Ia pun menambahkan bahwa Daiman tinggal bersama ibunya dalam satu rumah, untuk makan dan membersihkan badan dia tidak bisa sendiri, semua di urusi ibunya setiap hati.

“Kami selaku keluarga hanya pasrah dengan kondisi adik saya begitu, habis mau gimana lagi untuk kebutuhan sehari-hari hanya pas-pasan buat makan, dalam hati sebenernya pingin membawa adik berobat kerumah sakit biar sembuh,” tandasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Pembangunan Sanitasi Jadi Ajang Bancaan Oknum Pendamping Dan KSM, Dinas PUPR Harus Bertanggungjawab

7 February 2026 - 13:42 WIB

Trending di Daerah