Menu

Mode Gelap

Daerah · 8 Mar 2020 10:09 WIB ·

Hidup Di Garis Kemiskinan, Bapak Lasmo penyandang Tunanetra Harapkan Perhatian Pemerintah

badge-check

Editor


					Hidup Di Garis Kemiskinan, Bapak Lasmo penyandang Tunanetra Harapkan Perhatian Pemerintah Perbesar

Tanggamus,www.delikhukum.net – Sungguh miris nasib Lasmo penyandang Disabilitas tunanetra warga Pekon Kesugihan Kecamatan Kota Agung Barat Kabupaten Tanggamus yang luput dari perhatian Pemerintah bagaimana tidak, Lasmo penyandang Disabilitas tununetra yang mengalami kebutaan semenjak 24 Tahun silam tidak pernah dapat perhatian dari Pemerintah Pusat, Provinsi Lampung ataupun Pemerintah Kabupaten.
Hidup digaris kemiskinan serta kekurangan membuat dirinya hanya bisa pasrah dengan keadaan hanya bisa berharap ada yang peduli terhadap keluarganya untuk membantu hanya untuk bertahan hidup.
Pernyataan tersebut disampaikan Lasmo saat disambangi Tim Komite Wartawan Indonesia (KWI) DPC Kabupaten Tanggamus Sabtu 07/03/20
“Inilah keadaan saya, sudah 24 Tahun ini saya mengalami kebutaan permanen dan hingga hari juga belum pernah ada yang perduli dengan keadaan saya, jangankan bantuan dari Pemerntah, BPJS pun saya tidak punya” Jelasnya.
Lebih lanjut Lasmo menuturkan 
“Dengan keadaan saya yang seperti ini sangat menjadi beban belum lagi ditambah dengan keadaan istri saya (Asidah) 64 Tahun mengalami penyakit Diabetes dan Asam Urat, jadi harus rutin berobat sementara keadaan kami seperti ini, mau berobat itu makai biaya karena kami tidak punya BPJS” Tuturnya.
Sementara Asidah 64 Tahun yang saat itu mendamping sang Suami, juga mengungkapkan keluhanya dengan keadaan yang menimpa suami dan dirinya “Kami ini orang tidak mampu dan tidak punya penghasilan, belum lagi suami saya mengalami kebutaan sudah 24 Tahun ini dan saya juga mengalami sakit Diabetes dan Asam Urat, namun jangankan untuk berobat makanpun kami dikasih anak, anak saya juga hanya buruh serabutan yang berpenghasialan pas pasan” Keluhnya.
” Asidah berharap agar Pemerintah memperhatikan keadaan dan penderitaan yang kami alami “Kami hanya bisa berharap Pemerintah dapat membantu meringankan, yang selama ini kami tidak pernah dapat bantuan apapun, jangankan bantuan Kesejahteraan, Kartu berobat (BPJS)  pun kami tidak punya, untung kami selama ini dapat bantuan dari Pekon yang menggunakan Dana Desa” Terang Asidah.
Secara bersamaan Ahmad Apandi Putra dari Lasmo dan Asidah juga mengatakan selaku anak dari Bapak Lasmo dan Ibu Asidah sangat prihatin dengan keadaan orang tua saya, ayah saya ini mengalami kebutaan sudah 24 Tahun belakangan ini dan juga ibu saya berapa Tahun terahir ini mengalami penyakit Diabetes dan Asam Urat
“Selain ayah saya yang mengalami kebutaan permanen ibu saya juga mengalami penyakit Diabetes,yang harus selalu berobat rutin akan tetapi biaya kami tidak punya dan kartu berobat (BPJS) pun kami tidak punya” Kata Ahmad Apandi.
Ahmad Apandi berharap agar pihak Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Provinsi juga Kabupaten 
dapat memperhatikan keadaan keluarga nya, saya sangat berharap Pemerintah dapat membantu ayah dan Ibu saya,terutama dibuatkan Kartu Berobat (BPJS) agar mereka berobat, sukur sukur kalau Pemerintah dapat membantu Kesejahteraan Ayah saya sebagai Penyandang Disabilitas” Pintanya.(Hili)
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Ada Apa Dengan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya?

25 February 2026 - 02:29 WIB

Menu MBG di Pringsewu Diprotes Wali Murid, Porsi Dinilai Tak Sesuai Anggaran.

24 February 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Pungli Sanitasi, Dengan Dalih PembuatanLPJ, Pendamping : LPJ Kami Yang Garap Tapi Budgetnya Tidak Sampai Segitu

20 February 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Pungli Program Sanitasi, Pendamping Terancam Di Laporkan Ke APH

19 February 2026 - 13:28 WIB

Tumbur Perpres No 115 Tahun 2025 Tentang Perluasan Penerima MBG, Implementasi Dapur SPPG Pasir Ukir Dipertanyakan

15 February 2026 - 13:03 WIB

Pembangunan Sanitasi Jadi Ajang Bancaan Oknum Pendamping Dan KSM, Dinas PUPR Harus Bertanggungjawab

7 February 2026 - 13:42 WIB

Trending di Daerah